Senin, 31 Juli 2017

KETAATAN PADA ALLAH MENJAGA KEHARMONISAN JIWA


Alam semesta ini secara disiplin taat mengikuti aturan tertentu yang dibuat oleh Sang Maha Pencipta / Maha Pengatur. Ketaatan itulah (dalam bahasa Al-Qur'an disebut sunnatullah) yang memungkinkan alam semesta ini dapat kokoh, rapi, dan seimbang.  Bisa dibayangkan akibatnya bila bumi suatu ketika membangkang tidak mau mengikuti aturan yang sudah ditetapkan~Nya untuknya. Pastilah alam raya ini akan rusak binasa.
Jika langit dan bumi taat kepada aturan Sang Maha Pencipta, maka tentulah manusia akan sama halnya dengan alam semesta ini, karena manusia adalah juga makhluk ciptaan~Nya. Semestinyalah manusia wajib memiliki sifat ketaatan pada peraturan yang telah dibuat Allah untuknya (dalam bahasa Al-Qur'an disebut taqwa), karena jika tidak maka manusia tidak akan dapat  "kokoh, rapi, dan seimbang", sehingga akhirnya menyebabkan jiwanya 'sakit'. Ia  akan dilanda oleh rasa khawatir dan gelisah (stress), tidak dapat ikhlas, tidak dapat khusuk, menghalangi sabar, dan lain sebagai-nya.
Rahasia akan hal ini diberitahukan Allah pada kita :

Barangsiapa yang mengikuti
petunjuk~Ku, niscaya tidak ada kekha-
watiran atas mereka, dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.
Al-Baqarah (2):38


“KERUSAKAN" MANUSIA ITU TERJADI KETIKA IA MENGGANTI PERINTAH TUHAN



Sumber: Buku Bahan Renungan Kalbu Ir.Permadi Alibasyah
Gambar: www.pixabay.com