Senin, 01 Mei 2017

TAFAKUR ( MERENUNG ) SEBAGAI JALAN MASUKNYA HIKMAH
Bagian 2


Seorang ulama besar bernama Hasan Al-Basyri pernah berkata : "Tafakur itu seperti cermin yang dapat menunjukkan kebaikanmu dan kejelekanmu. Dengan cermin itu pula manusia dapat melihat keagungan dan kebesaran Allah. Disamping itu, dengan cermin itu pula manusia dapat melihat tanda-tanda yang diberikan~Nya, baik yang jelas maupun yang samar, sehingga akhirnya ia dapat berlaku lurus di dalam pengabdian kepada~Nya."

Kebanyakan manusia begitu royal menghabiskan waktu untuk memikirkan harta, jabatan, ataupun urusan keduniawian lainnya, tetapi demikian pelitnya meluangkan waktu untuk bertafakur.  Padahal dengan tafakur pandangan kita akan mampu menembus ke dalam perut bumi sementara orang lain hanya dapat melihat sebatas permukaannya saja. Dengan tafakur kita akan dapat merasakan alam akhirat, sementara orang lain hanya mampu merasakan dunia. Dan dengan tafakur kita akan mampu meletak-kan dunia di tangan, sementara orang lain meletakkannya di hati.

Walaupun keutamaan bertafakur ini sudah tak terbantahkan tetapi mengapa sedikit sekali orang yang mau bertafakur? Hal ini penyebabnya tidak lain karena mereka membiarkan pikiran dan hatinya dibelenggu oleh kentalnya masalah keduniawian. Karena ketika hati seseorang dipenuhi oleh khayalan, impian-impian mustahil, senda gurau yang tidak berguna, serta pengetahuan yang tidak bermanfaat, maka hidayah akan menjauh darinya.


Dengan demikian, selama orang tidak mau memangkas hal-hal yang dapat merusak keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat di hatinya, maka selama itu pula ia akan lalai untuk bertafakur. Itulah mungkin sebabnya Luqman Al-Hakim memberikan nasihat kepada anaknya, "Janganlah engkau memasuki dunia yang dapat membahayakan akhiratmu!"  


Bersambung...........



Sumber : Buku Bahan Renungan Kalbu Ir.Permadi Alibasyah
Gambar: www.pixabay.com