Senin, 06 Maret 2017

UJIAN ALLAH


Allah tak pernah berhenti menguji keuletan manusia dalam  mematuhi  aturan main  yang ditentukan~Nya.  Oleh karena  Itu kita  harus mengetahui di mana letaknya ujian itu, dan bagaimana caranya agar dapat lulus dari ujian Allah itu. 

Kegagalan menghadapi ujian Allah, seringkali terjadi karena kelengahan hati, yaitu tidak menyadari bahwa masalah yang sedang dihadapi itu sebenarnya adalah merupakan ujian~Nya.   Perhatikan-lah ilustrasi berikut : Bila hati diibaratkan sebuah benteng, dan ujian Allah diibaratkan sebagai musuh yang akan menguasai benteng, maka musuh akan dengan mudahnya masuk  ke dalam  benteng  bila pertahanan benteng itu lemah. Atau bila di dalam benteng sedang ada 'kericuhan,' maka musuhpun tanpa kesulitan yang berarti akan dapat menguasainya. Tetapi bila benteng itu selalu dalam kondisi siaga untuk bertempur, maka musuh pun akan kesulitan untuk menaklukannya. 

Dengan demikian, bila kita selalu mengantisipasi datangnya ujian Allah, yaitu dengan cara selalu mengisi hati dengan keyakinan-keyakinan ketuhanan, maka insya Allah kita akan dapat selalu lulus dari ujian-ujian~Nya. 

Sejalan dengan ini, seorang ahli hikmah mengibaratkan kehidupan dunia seperti mencari madu lebah. Pawang yang pintar akan dengan mudah mengambil madu lebah tanpa terkena sengatannya, sementara yang bukan pawang, hanyalah mendapat sengatannya. [ Ujian-ujian Allah itu jawabannya telah tersedia dalam Al-Qur'an dan Hadits. Oleh karena itu, supaya kita dapat selalu lulus dari ujian~Nya, maka tidak ada jalan lain selain daripada memahami Al-Qur'an dan Hadits dengan baik  ].



Sumber: Buku Bahan Renungan Kalbu Ir.Permadi Alibasyah
Gambar:www.pixabay.com